Entah, dalam keheningan malam, aku selalu heran, bintang saja selalu setia menemani malam dan malam pun selalu setia menggantikan siang, tapi kenapa sebuah janji yang pernah terucapkan olehnya, hanya menjadi sebait puisi yang kadang tak ada arti dalam hidup ini.

Dimanakah janjinya? Dimanakah dia berada? Masihkah dia ingat akan semua janjinya?

“Seribu purnama yang datang menjemput tidak pernah membuat senjaku terpaut begitupun sajakku yang tidak pernah surut memujamu dalam setiap goresan tintanya biar pagi menenggelamkan malam hingga lazuardi dalam tahta sempurna, biar masa menenggelamkan dunia tapi cinta ku tak mampu ditenggelamkan doaku atas cinta kita akan setia hadir dalam setiap goresan pena, dalam puisi cintaku dan ciptakan kisah ini pada setiap cerita hati yang paham atas arti cinta sejati kepada cerita hati, untukmu aku cinta”

Kenapa engkau harus berjanji, bila untuk diingkari?