Yah… inilah jadinya bila kita salah memilih seorang pacar. Berharap dapat seorang gadis yang baik, manis dan cantiknya tentunya, eh yang terjadi malah mendapatkan seorang cewek matre, kegenitan dan merasa diri paling benar dan baik. Bayangin saja, detik-detik terakhir menjelang putus dengan dia, keluarganya menebar teror yang mungkin bisa dikatakan lebih kejam daripada teror WTC. Mulai dari meminta ganti rugi atas semua yang pernah dia berikan padaku, sampai pada ancaman yang disampaikan kepada keluargaku dengan membawa “aparat hukum” dan yang mungkin lebih tidak disangka, adalah menuduh aku sebagai pencuri dan penipu!
Cerita berawal saat aku berkenalan dengan (sebut saja dia bernama A), orangnya lumayan cantik dan manis dan waktu itu dia masih sekolah di salah satu SMU Favorit. Awal-awal perkenalan boleh dikatakan berjalan sangat mulus dan tentunya aku berhasil mendekati dan menaklukkan hatinya. Semenjak kenal dengan dia, aku tak pernah mempersalahkan apapun yang dia inginkan atau dia minta, mulai dari mewujudkan perayaan Ultahnya di sebuah Panti Asuhan, sampai kepada hal-hal kecil seperti mengerjakan PR dan benerin komputernya. Begitupun saat keluarganya meminta bantuan, sepanjang aku mampu dan bisa, aku tak pernah menolaknya dan selalu sedia setiap saat. Bahkan, saat Kakaknya, sedang menyusun Skripsi, aku pun kebagian tugas cukup berat, mulai dari mencari bahan untuk studi kasusnya, merevisi skripsinya sampai finalizingnya. Semua itu, aku lakukan dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan sedikit balasan atau imbalan, yang terpenting aku bisa menunjukkan kalau aku memang menyayangi si A ini.
Tapi, dasar cewek matre dan kegenitan, disaat aku sedang merasakan indahnya menyayangi dia, ehh. Dia malah sms-an dan sayang-sayangan dengan cowo lain dan yang lebih mengejutkan pada suatu malam, aku menerima SMS dari si cowo tersebut, kalau dia sudah jadian dengan si A dan menyuruh aku menjauhinya. Tadinya aku tak mengubrisnya, tapi lama kelamaan aku merasa panas juga, karena si cowo tersebut semakin berani membangga-banggakan diri, kalau dia bisa mengajak si A ini kapan dan kemanapun, dan bahkan dia bisa berbuat apapun yang dia inginkan pada si A ini. (Bayangin, Apapun? Itu artinya si Cowo tersebut secara tak langsung mengatakan bahwa si A ini sama saja dengan seorang Jablay!)
Saking panas, dan tidak menerima apa yang dikatakan si cowo tersebut, aku memberanikan diri untuk mengkonfirmasi semua yang dikatakan si cowo tersebut pada si A dan keluarganya.
Tapi what the hell going on, justru aku yang dituduh telah mencemarkan nama baik si A. Masalah akhirnya semakin runyam. Padahal aku cuma ingin mencari tahu kebenaranya, dan bahkan aku bersedia setiap saat untuk dipertemukan dengan si cowo berengsek tersebut untuk mencari kebenaran sesungguhnya (tapi sampai saat ini pun, keluarga si A tidak pernah mau mengubrisnya)
Yang lebih menyedihkan, keluarga si A malah meminta aku mengganti rugi atas semua yang pernah diberikannya kepadaku. Kakaknya datang dengan seorang “aparat hukum” menuduh aku sebagai penipu dan pencuri, terakhir keluarga si A ini datang ke rumah dan mengancam keluargaku.
Emm… Sebuah kisah cinta yang teramat tragis tapi itulah yang terjadi. Aku ingin menganggap bahwa si A ini cewek yang baik-baiknya saja. Tapi fakta ternyata berkata lain, Bayangin aja, dalam satu tahun dia gonta-ganti cowo sampai 4 kali (yang tak bisa dimengerti, hampir semua cowo tersebut, mengatakan bahwa si A ini sangat mudah diajak kemanapun dan kapanpun juga) dan yang lebih menyedihkan lagi Friendster alias FS-nya si A ini sampai 3 Kali di Banned alias di Blokir karena masalah Pornografi (bayangin 3 kali karena masalah yang sama!).
Kisah ini ditulis bukan dengan maksud untuk mendeskreditkan seseorang, tapi hanya sebagai pembelajaran buat kita semua bahwa ketika memilih seseorang untuk dijadikan pacar (atau istri) kecantikan memang penting, tapi ada yang lebih penting yaitu Akhlak cewek tersebut. Lebih baik kita mendapatkan seorang cewek yang biasa-biasa saja tapi mempunyai akhlak yang mulia, daripada seorang cewek cantik tapi dengan akhlak yang bejad. Sudah pasti, akan lebih baik lagi dan tentunya sebuah anugerah buat kita, bila kita mendapatkan seorang cewek cantik dengan akhlak yang mulia. Tapi di zaman sekarang ini, masih adakah cewek seperti ini? kalau pun ada tentunya 1 : 1000, alias sangat sulit menemukannya.
(diceritakan oleh sang teman berdasarkan kisah nyata yang dialaminya, ditulis dan diedit oleh Admin)

1 comment
Comments feed for this article
Agustus 22, 2008 pada 10:51 pm
washington
Aduh kasihan juga, semoga anda beruntung nantinya……