You are currently browsing the tag archive for the 'Catatan Harian' tag.

Yah… inilah jadinya bila kita salah memilih seorang pacar. Berharap dapat seorang gadis yang baik, manis dan cantiknya tentunya, eh yang terjadi malah mendapatkan seorang cewek matre, kegenitan dan merasa diri paling benar dan baik. Bayangin saja, detik-detik terakhir menjelang putus dengan dia, keluarganya menebar teror yang mungkin bisa dikatakan lebih kejam daripada teror WTC. Mulai dari meminta ganti rugi atas semua yang pernah dia berikan padaku, sampai pada ancaman yang disampaikan kepada keluargaku dengan membawa “aparat hukum” dan yang mungkin lebih tidak disangka, adalah menuduh aku sebagai pencuri dan penipu! Read the rest of this entry »

Untuk seorang kekasih yang telah hilang dan pergi, semoga engkau tahu kalau aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu. Dan bukan satu rahasia lagi, bila aku akan selalu memujamu dalam hening malam, memujimu saat pagi datang dan selalu mengagumi disaat senja menjemput malam, meski itu semua hanya di hati, tanpa pernah lagi bisa kuucapkan langsung padamu.
Kenapa engkau harus pergi? Padahal masih tersimpan ribuan harapan dan cinta di hati ini, untukmu.

Perasaan Ini Sama
Menyatu Dalam Darah
Namun Tak Ikut Keluar Bersama Hembusan Nafas
Jika Dia Tahu
Isi Hati Dari Seorang Aku
Yang Begitu Inginkannya
Duniaku Jauh
Jauh Dari Dunianya
Puisi Tak Bermakna
Dibanding Harga Diri
Dapat Kupastikan
Sekarang Dia Membenciku
Apa Diri Ini Begitu Rendahnya
Kurasa Memang Begitu
Jalan Yang Ku Tempuh Selama Ini
Mungkin Tak Berujung
Dalam Lisan Ku Ungkap
Aku Akan Melupakannya
Tapi Tak Begitu Dalam Hati
Hati Yang Telah Lama Mendambanya
Haruskah Aku Bohong
Bohong Pada Diriku Sendiri
Bahwa Aku Begitu Mencintainya
Walaupun Aku Telah Jadi Milik Orang Lain

Untuk seorang kekasih yang telah pergi, “Biarkanlah Cinta Tak Berbalas”

Apa yang kita bicarakan selama hidup? Setelah ditakar oleh para psikiater, ternyata manusia selama hidupnya telah menghabiskan 70% untuk membicarakan orang lain. Hanya 29 % orang bicara tentang dirinya sendiri. Apalagi orang yang mau mengoreksi kesalahan dirinya hanya 1 %.
Tampaknya membicarakan orang lain sudah membudaya sejak manusia menghuni dunia, pertumbuhan kepandaian orang membicarakan orang lain lebih cepat daripada pertumbuhan kecerdasan.
Bagaimana dengan Anda? masih senang membicarakan orang lain?