You are currently browsing the tag archive for the 'Cinta' tag.

Yah… inilah jadinya bila kita salah memilih seorang pacar. Berharap dapat seorang gadis yang baik, manis dan cantiknya tentunya, eh yang terjadi malah mendapatkan seorang cewek matre, kegenitan dan merasa diri paling benar dan baik. Bayangin saja, detik-detik terakhir menjelang putus dengan dia, keluarganya menebar teror yang mungkin bisa dikatakan lebih kejam daripada teror WTC. Mulai dari meminta ganti rugi atas semua yang pernah dia berikan padaku, sampai pada ancaman yang disampaikan kepada keluargaku dengan membawa “aparat hukum” dan yang mungkin lebih tidak disangka, adalah menuduh aku sebagai pencuri dan penipu! Read the rest of this entry »

Untuk seorang kekasih yang telah hilang dan pergi, semoga engkau tahu kalau aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu. Dan bukan satu rahasia lagi, bila aku akan selalu memujamu dalam hening malam, memujimu saat pagi datang dan selalu mengagumi disaat senja menjemput malam, meski itu semua hanya di hati, tanpa pernah lagi bisa kuucapkan langsung padamu.
Kenapa engkau harus pergi? Padahal masih tersimpan ribuan harapan dan cinta di hati ini, untukmu.

Apa yang kita bicarakan selama hidup? Setelah ditakar oleh para psikiater, ternyata manusia selama hidupnya telah menghabiskan 70% untuk membicarakan orang lain. Hanya 29 % orang bicara tentang dirinya sendiri. Apalagi orang yang mau mengoreksi kesalahan dirinya hanya 1 %.
Tampaknya membicarakan orang lain sudah membudaya sejak manusia menghuni dunia, pertumbuhan kepandaian orang membicarakan orang lain lebih cepat daripada pertumbuhan kecerdasan.
Bagaimana dengan Anda? masih senang membicarakan orang lain?

Entah, dalam keheningan malam, aku selalu heran, bintang saja selalu setia menemani malam dan malam pun selalu setia menggantikan siang, tapi kenapa sebuah janji yang pernah terucapkan olehnya, hanya menjadi sebait puisi yang kadang tak ada arti dalam hidup ini.

Dimanakah janjinya? Dimanakah dia berada? Masihkah dia ingat akan semua janjinya?

“Seribu purnama yang datang menjemput tidak pernah membuat senjaku terpaut begitupun sajakku yang tidak pernah surut memujamu dalam setiap goresan tintanya biar pagi menenggelamkan malam hingga lazuardi dalam tahta sempurna, biar masa menenggelamkan dunia tapi cinta ku tak mampu ditenggelamkan doaku atas cinta kita akan setia hadir dalam setiap goresan pena, dalam puisi cintaku dan ciptakan kisah ini pada setiap cerita hati yang paham atas arti cinta sejati kepada cerita hati, untukmu aku cinta”

Kenapa engkau harus berjanji, bila untuk diingkari?