You are currently browsing the tag archive for the 'Hatinya' tag.
atau mungkin kau belum menyadari
di batas mimpi dan khayal
kutitipkan kerinduan tuk hadir dihatimu
biar daun-daun menjadi kering, lalu jatuh
menghempas bumi
ketika badai arogan menyusup di sisi hati
dan menguraikan pertautan antara kau dan aku
