You are currently browsing the tag archive for the '“Kasih Sayang”' tag.

Apa yang kita bicarakan selama hidup? Setelah ditakar oleh para psikiater, ternyata manusia selama hidupnya telah menghabiskan 70% untuk membicarakan orang lain. Hanya 29 % orang bicara tentang dirinya sendiri. Apalagi orang yang mau mengoreksi kesalahan dirinya hanya 1 %.
Tampaknya membicarakan orang lain sudah membudaya sejak manusia menghuni dunia, pertumbuhan kepandaian orang membicarakan orang lain lebih cepat daripada pertumbuhan kecerdasan.
Bagaimana dengan Anda? masih senang membicarakan orang lain?

Dimanakah cinta itu berada? Bila ia berada di hati, kenapa hanya karena jarak dan waktu, dia begitu tega meninggalkan dan menghancurkan semua mimpi di hati? Tak bisakah dia menunggu, meski untuk sedetik lamanya? Tak bisakah dia menahan rindu, menanti sebuah pertemuan yang akan terjadi?
Masih jelas di pelupuk mata saat dia pergi, dengan hanya meninggalkan sebait puisi :

“Dunia khayal yang kita lalui bersama, telah menjadi saksi atas kisah kita yang bersemi tanpa pamrih.Ikrar kita tersirat dalam surat. Cinta, sayang, dan pengertian tidak kunjung tumbuh seiring perjalanan sang waktu, juga jarak yang memisahkan.mungkin aku adalah dewi dunia khayal, yang selalu berkhayal untuk menemukan dirimu, wahai pria tak berwujud.Bait demi bait puisi diriku dihembuskan oleh angin, diterpa badai dihantam gelombang. Tapi tetap sampai pada hati kita masing-masing. Dibingkai indah oleh tulusnya jiwa, disinari hangatnya pancaran rasa tulus”

Dimana engkau, wahai sang kekasih hati? Aku akan selalu menunggumu?

atau mungkin kau belum menyadari
di batas mimpi dan khayal
kutitipkan kerinduan tuk hadir dihatimu
biar daun-daun menjadi kering, lalu jatuh
menghempas bumi
ketika badai arogan menyusup di sisi hati
dan menguraikan pertautan antara kau dan aku

adakah engkau benar-benar ada?
adakah kedekatan diantara kita menjadi nyata dalam keheningan sepucuk ikrar suci?
adakah kelopak harapan itu akan mekar
memupus resahnya sebuah penantian khayal?
demi Tuhan aku tak pernah menginginkannya
cinta tumbuh alami, bukan?

untuk seorang kekasih yang hilang…