You are currently browsing the tag archive for the 'Relung Hati' tag.
Waktu, waktu dan demi waktu, bila engkau memberikan sedikit waktu untukku, aku berjanji akan aku buktikan betapa besar dan sucinya cintaku padamu. Akan aku tunjukkan padamu, betapa indahnya cinta, bila kita bisa bersama dengan orang yang kita cintai.
Aku bisa menjadi apapun yang engkau mau, aku bisa menjadi orang yang ada dalam setiap bait puisimu, akupun bisa menjadi bintang yang selalu kau khayalkan dalam setiap kata-katamu, dalam setiap syairmu dan dalam setiap doamu :
“Aku ingin ada bintang yang sepaham denganku yang bisa membuka hatiku menyadarkanku bahwa hidup ini indah, meluruskan aku jika aku keliru, menegurku jika aku egois, memakiku jika aku terlalu. Menyanjungku jika aku perlu, memelukku saat aku sedih, tersenyum saat aku bahagia, dewasa saat aku manja dan paham bahwa aku hanya bisa menulis isi hati tanpa bisa mengungkapkannya. Jujur akan masalah yang dihadapinya, sabar akan segala sifat burukku. Terjaga disaat aku terlelap, mengoceh disaat aku membisu, menerima kenyataan apa adanya diriku, dan selalu ada disaat aku memerlukannya. Itu yang aku perlu , dan aku akan berusaha untuk menjadi bintang terindah dalam hidupnya”
Aku bisa menjadi apapun untukmu, asal engkau yakin bahwa aku benar-benar mencintai dan menyayangimu.
Tapi….. kenapa engkau harus pergi? Kenapa engkau harus pergi dan meragukan cintaku? Kenapa engkau tak memberikan aku waktu, untuk membuktikan semua cinta di hati ini, untukmu?
